
Telah menceritakan kepadaku Bisyr bin al-Hakam al-Abdi, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz -yakni ad-Darawardi- dari Ibnu al-Had dari Muhammad bin Ibrahim dari Isa bin Thalhah dari Abu Hurairah bahwa
Nabi ﷺ bersabda,
إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ مَنَامِهِ فَلْيَسْتَنْثِرْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَبِيتُ عَلَى خَيَاشِيمِهِ
“Apabila salah seorang dari kalian bangun dari tidurnya maka hendaklah dia beristintsar (mengeluarkan air dari hidung) tiga kali, karena setan bermalam di batang hidungnya.”
(HR Muslim no.238)
Hadits tersebut menjelaskan bahwa ketika kita sedang tidur maka, setan telah ikut bermalam di batang hidung kita. Oleh karena itu, disunnahkan untuk beristintsar tiga kali untuk mengeluarkan kotoran dan setan yang mungkin ada di hidung.
Hikmah Beristintsar
Beristintsar setelah bangun tidur memiliki beberapa hikmah, antara lain:
1. Membersihkan hidung: Beristintsar dapat membantu membersihkan hidung dari kotoran dan lendir yang menumpuk selama tidur.
2. Menghilangkan setan: Beristintsar juga dapat membantu menghilangkan setan yang mungkin ada di hidung kita.
3. Meningkatkan kesadaran: Beristintsar dapat membantu meningkatkan kesadaran dan kesegaran setelah bangun tidur.
Seharusnya, proses tersebut dilakukan dengan menghirup air hingga batas atas hidung, namun beberapa orang hanya memasukkan jari ke hidung atau menyeka bagian ujung hidung. Padahal, kegiatan cuci hidung dapat menjadi terapi sederhana mengatasi inflamasi saluran napas bagian atas.
Cuci hidung atau irigasi nasal memiliki mekanisme mekanik dalam pembersihan mukosa hidung dari sekret kental, eliminasi antigen dan mediator inflamasi seperti histamin, prostaglandin, dan leukotriene yang menjadi penyebab reaksi alergi pada saluran napas bagian atas.
(https://fk.uii.ac.id/istinsyaq-dan-istintsar-sebagai-upaya-preventif-infeksi-saluran-napas-atas/)





