Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Hatim bin Maimun, telah menceritakan kepada kami Ibnu Mahdi dari Mu’awiyah bin Shalih dari ‘Abdur Rahman bin Jubair bin Nufair dari Bapaknya dari An Nawwas bin Sim’an Al Anshari dia berkata,
“Aku pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang arti kebajikan dan dosa. Sabda beliau,
الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ وَالْإِثْمُ مَا حَاكَ فِي صَدْرِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ
“Kebajikan itu adalah budi pekerti yang baik.
Sedangkan dosa adalah perbuatan atau tindakan yang menyesakkan dada, dan engkau sendiri benci jika perbuatanmu itu diketahui orang lain.”
(HR Muslim no.2553)
Al-birru artinya ath-thâ’ah wash shidq (ketaatan dan kejujuran). Para Ulama berkata: al-birru bisa bermakna menyambung hubungan kekeluargaan, bersikap lemah lembut, mengajak kepada kebaikan, bersikap baik dalam berteman dan bersahabat, juga bermakna ketaatan. Semua perkara ini merupakan himpunan dari akhlak yang mulia.
(Syarh Shahîh Muslim XVI/111)
Dosa adalah sesuatu yang meresap di dada, berupa kesempitan, kekalutan, stres, dan dada tidak senang kepadanya. Kendati demikian, dosa tersebut ditolak manusia, dalam arti mereka menolaknya jika mereka melihatnya. Ini tingkatan tertinggi pengetahuan terhadap dosa ketika perkara-perkara samar terjadi. Jadi, dosa ialah sesuatu yang ditolak manusia.
(Jâmi’ul ‘Ulûm wal Hikam II/101)
Termasuk dalam pengertian ini ialah perkataan Ibnu Mas’ûd Radhiyallahu anhu
مَا رَآهُ الْـمُؤْمِنُوْنَ حَسَنًا فَهُوَ عِنْدَ اللهِ حَسَنٌ ، وَمَا رَآهُ الْـمُؤْمِنُوْنَ قَبِيْحًا فَهُوَ عِنْدَ اللهِ قَبِيْحٌ
Apa saja yang dipandang baik oleh kaum Mukminin, maka itu baik di sisi Allah Azza wa Jalla dan apa saja yang dipandang buruk oleh kaum Mukminin, maka itu buruk di sisi Allah Azza wa Jalla .
(Ath-Thabrâni dalam al-Mu’jamul Kabîr no.8583)
Referensi : https://almanhaj.or.id/12259-kebajikan-dan-dosa.html





