PERTANYAAN:
Bismillah, Ustadz Mohon maaf sebelumnya, ada pertanyaan titipan:
“Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa perempuan adalah fitnah terbesar bagi laki-laki, bahkan menjadi sebab kehancuran umat terdahulu. Bagaimana kita memahami konsep ‘fitnah’ ini secara kontekstual dan tekstual? Apakah pemaknaan ini merugikan perempuan dalam kehidupan sosial dan spiritual? Dan sejauh mana interpretasi ulama tentang hadis-hadis tersebut mempertimbangkan latar sejarah, budaya patriarki, serta maqashid syariah (tujuan-tujuan luhur syariat)?”
Jazakallah khoir ustadz
JAWAB:
Bismillah was shalaatu was salaamu ‘alaa rasuulillaah
Hadis yang dimaksud adalah sebagai berikut:
ما تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أضَرَّ علَى الرِّجالِ مِنَ النِّساءِ.
الراوي : أسامة بن زيد | المحدث : البخاري | المصدر : صحيح البخاري
الصفحة أو الرقم: 5096 | خلاصة حكم المحدث : [صحيح]
التخريج : أخرجه البخاري (5096)، ومسلم (2740)
Tidaklah aku meninggalkan fitnah sepeninggalku yang lebih berbahaya atas seorang pria selain daripada wanita (diriwayatkan oleh Bukhari Muslim dari Usamah bin Zaid)
- Makna dari hadis adalah tidak ada seorang pun yang lebih mampu menggoda dan merayu seorang pria daripada wanita yang buruk, karena kekuatan pengaruh emosionalnya terhadap pria. Oleh karena itu, jika seorang wanita shalihah/ baik, dia akan memperbaiki masyarakat, atau bertambah kebaikannya, atau berkurang keburukannya. Namun jika wanita rusak, maka masyarakat dan rumah tangga juga akan rusak. https://dorar.net/hadith/sharh/16411
Ada seorang penyair berkata:
الأم مدرسة الأولى, إذا أعددتها أعددت شعبا طيب الأعراق
Ibu adalah madrasah yang pertama, jika kamu menyiapkannya, berarti kamu menyiapkan lahirnya sebuah masyarakat yang baik budi pekertinya. Hal ini menunjukkan bahwa wanita punya peran sangat besar dalam kehidupan sosial masyarakat.
- Syaikh Ibnu Utsaimin berkata: bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan kepada kita bahwa beliau tidak meninggalkan suatu godaan yang lebih membahayakan bagi kaum lelaki daripada wanita, sebagaimana firman Allah ta’aala: “Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada hawa nafsu, yaitu kepada wanita-wanita, anak-anak, emas dan perak yang banyak, kuda-kuda yang bagus, binatang-binatang ternak dan ladang-ladang.” (QS. Ali Imran: 14). Semua hal di atas merupakan perkara yang telah dijadikan indah bagi manusia di dunia ini dan menjadi sebab godaan mereka. Akan tetapi godaan yang paling berat adalah wanita. Itulah sebabnya Allah memulainya dengan firman-Nya: “Diperindah bagi manusia kecintaan kepada syahwat, yaitu kepada wanita.” (QS. Ali Imran: 14). Berita dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dimaksudkan untuk memperingatkan terhadap godaan wanita, dan agar orang-orang waspada terhadapnya, karena laki-laki adalah manusia, dan jika godaan disajikan kepadanya, maka dia khawatir jika godaan tersebut memalingkannya. https://www.alukah.net/sharia/0/146236/%D8%B4%D8%B1%D8%AD-%D8%AD%D8%AF%D9%8A%D8%AB-%D8%A3%D8%B3%D8%A7%D9%85%D8%A9-%22%D9%85%D8%A7-%D8%AA%D8%B1%D9%83%D8%AA-%D8%A8%D8%B9%D8%AF%D9%8A-%D9%81%D8%AA%D9%86%D8%A9-%D9%87%D9%8A-%D8%A3%D8%B6%D8%B1-%D8%B9%D9%84%D9%89-%D8%A7%D9%84%D8%B1%D8%AC%D8%A7%D9%84-%D9%85%D9%86-%D8%A7%D9%84%D9%86%D8%B3%D8%A7%D8%A1%22/#:~:text=%D8%B9%D9%86%20%D8%A3%D8%B3%D8%A7%D9%85%D8%A9%20%D8%A8%D9%86%20%D8%B2%D9%8A%D8%AF%20%D8%B1%D8%B6%D9%8A,%D9%85%D9%90%D9%86%20%D8%A7%D9%84%D9%86%D8%B3%D8%A7%D8%A1%D9%90))%D8%9B%20%D9%85%D8%AA%D9%81%D9%82%20%D8%B9%D9%84%D9%8A%D9%87.&text=%D9%82%D8%A7%D9%84%20%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%A4%D9%84%D9%90%D9%91%D9%81%20%D8%B1%D8%AD%D9%85%D9%87%20%D8%A7%D9%84%D9%84%D9%87%20%D8%AA%D8%B9%D8%A7%D9%84%D9%89,%D8%B9%D9%84%D9%89%20%D8%A7%D9%84%D8%B1%D9%90%D9%91%D8%AC%D8%A7%D9%84%D9%90%20%D9%85%D9%90%D9%86%20%D8%A7%D9%84%D9%86%D8%B3%D8%A7%D8%A1%D9%90. (Syarah Riyaadhus Shaalihiin oleh Ibnu Utsaimin)
- Pentingnya memahami hadis dengan pemahaman para ulama dan bukan pemahaman orang awam. Demikian Allah ta’aala perintahkan kita dalam surat Al Anbiya ayat 7. https://tafsirweb.com/5519-surat-al-anbiya-ayat-7.html .
Wallaahua’lam bish shawaab
✒ Dijawab Oleh Ustadz Abu Halwa Aziz Setiawan, S.KM., M.Kes. Hafidzahullahu Ta’ala dan dimuat di Group Malang Mengaji




