Antara Cinta, Takut dan Harap

Pertanyaan:
Selama ini rasa takutku kepada Allah ta’aala lebih besar daripada cintaku kepada-Nya. Sekarang, cintaku kepada Allah ta’aala jauh lebih besar daripada rasa takutku. Saat ini, aku shalat karena aku ingin melihat Wajah Allah ta’aala karena cintaku kepada-Nya, melebihi rasa takutku. Tentu saja ada rasa takut kepada-Nya, tetapi cintaku kepada-Nya jauh lebih besar. Apakah ini dosa, atau kurangnya iman?

Jawab:
Segala puji bagi Allah, dan semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya.

Ibadah tidak dilakukan hanya dengan cinta. Sebaliknya, seorang muslim hendaklah menggabungkan tiga ibadah hati dalam ibadahnya kepada Allah ta’aala, yaitu: cinta, takut, dan harap.
Maka seorang muslim beribadah kepada Allah ta’aala karena cinta kepada-Nya, karena ingin menjalankan perintah-Nya, karena mengharap pahala-Nya, dan karena takut akan siksa-Nya .

Syariat telah memuji hamba yang beribadah kepada Allah ta’aala diiringi dengan tiga ibadah hati tersebut, dalam banyak nash Al Quran.

Adapun tentang CINTA, Allah ta’aala berfirman : “Orang-orang yang beriman lebih kuat cintanya kepada Allah.” { Al-Baqarah: 165 }.
Allah juga ta’aala berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, niscaya Allah akan mengganti mereka dengan suatu kaum yang Allah cintai dan mereka pun mencintai-Nya. { Al-Ma’idah: 54 }.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadits yang muttafaq ‘alaihi dari Anas : “Ada tiga hal yang di dalamnya seseorang akan merasakan manisnya iman: Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya daripada selain keduanya …”

Adapun ibadah yang disertai HARAP dan TAKUT, Allah ta’aala berfirman : “Sesungguhnya mereka selalu bersegera kepada kebaikan dan berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan takut, dan mereka selalu tunduk patuh kepada Kami.” { Al Anbiya : 90 }.
Allah ta’aala berfirman : “Mereka itulah orang-orang yang berdoa kepada Rabbnya dan mendekatkan diri kepada-Nya, siapakah di antara mereka yang lebih dekat (kepada-Nya), dan mereka mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya. { Al-Isra: 57 }.
Allah ta’aala berfirman : “Mereka berdoa kepada Tuhan mereka dengan rasa takut dan harap” (As-Sajdah: 16). Allah ta’aala juga berfirman : “Ataukah orang-orang yang taat beribadah di waktu malam, sambil sujud dan berdiri, karena takut akan akhirat dan mengharapkan rahmat Rabbnya ?” { Az-Zumar: 9 }.
Al-Syaukani berkata : Artinya, Dia memperingatkan tentang siksa akhirat. Hal ini dikatakan oleh Said bin Jubair dan Muqatil.
Maka hal ini ia diantara bentuk memadukan antara harap dan takut. Jika keduanya telah menyatu dalam hati seseorang, niscaya ia akan beruntung.

Ibnu Taimiyah berkata : “Ibadah” mencakup cinta yang sempurna, pengagungan yang sempurna, harap yang sempurna, juga rasa takut, pemuliaan, dan pengagungan… Akhir kutipan .
Ibnu Rajab berkata dalam Jami’ al-‘Ulum wa’l-Hikam : “Tidak ada kebaikan di hati hingga dalam hati ada makrifat tentang Allah, mengagukan-Nya, mencintai-Nya, takut kepada-Nya, memuliakan-Nya, harap kepada-Nya, dan tawakkal kepada-Nya. Hal itu tertanam dalam diri mereka. Inilah hakikat tauhid, dan inilah makna dari perkataan: “Tidak ada yang berhak disembah selain Allah.” Tidak ada kebaikan bagi hati sampai sesembahan mereka, yang mereka sembah, kenal, cintai, dan takuti, hanyalah Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya . ” Akhir kutipan.

Ibnu Abi Al-Ezz berkata dalam dalam syarah Thahawiyah : Seorang hamba harus takut dan berharap. Rasa takut yang terpuji adalah rasa takut yang menghalangi pemiliknya dari melanggar larangan Allah. Jika rasa takut berlebihan, maka yang dikhawatirkan adalah adanya keputusasaan.
Harap yang terpuji adalah harapan seseorang yang beramal saleh kepada Allah di atas cahaya Allah, sehingga ia mengharap pahala-Nya, atau seseorang yang berbuat dosa lalu bertaubat kepada Allah, sehingga ia mengharap ampunan-Nya. Allah ta’aala berfirman: {Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang mengharap rahmat Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang . }
Tetapi jika seseorang terus menerus lalai dan berbuat dosa, sambil mengharap rahmat Allah tanpa beramal shalih, maka orang tersebut tertipu, hanya berangan-angan dan meraih harapan palsu.

Abu Ali Al-Rudhbari berkata: rasa takut dan harap ibarat sayap burung. Jika keduanya sama, burung itu pun seimbang dan sempurna terbangnya. Jika salah satu hilang, ia akan terjatuh. Jika keduanya hilang, burung itu akan berada di ambang kematian .
Harapan mengharuskan adanya rasa takut, jika tidak, hal tersebut membuatnya merasa aman. Rasa takut juga mengharuskan harapan, jika tidak, hal tersebut akan menyebabkan keputusasaan. Jika engkau takut pada seseorang, maka engkau lari darinya, kecuali kepada Allah ta’aala Yang Maha Tinggi. Jika engkau takut kepada-Nya, maka engkau lari kepada-Nya. Maka orang yang takut akan lari dari Rabbnya kepada Rabbnya …

Sebagian mereka berkata: Barangsiapa menyembah Allah karena cinta semata, maka dia adalah orang yang zindiq. Dan barangsiapa menyembah-Nya karena takut semata, maka dia adalah orang Khawarij.
Diriwayatkan pula: siapa menyembah-Nya dengan hanya berharap, maka ia adalah seorang Murji’ah. Dan barangsiapa menyembah-Nya dengan penuh cinta, rasa takut dan harap, maka ia adalah seorang mukmin ahli tauhid.
Ibnu Qudamah berkata dalam kitabnya, Mukhtasar Minhaaj al-Qasidin : Keutamaan segala sesuatu sesuai dengan bantuan dalam mencari kebahagiaan, yaitu bertemu dengan Allah ta’aala dan dekat dengan-Nya. Maka segala sesuatu yang membantu dalam hal itu adalah keutamaan …

Ada perkataan seseorang: “Mana yang lebih baik, rasa takut atau harapan?”, hal itu ibarat perkataan: “Mana yang lebih baik, roti atau air?”
Jawabannya: Dapat dikatakan bahwa roti lebih baik untuk yang lapar, dan air lebih baik untuk yang haus. Jika keduanya digabungkan, maka yang dominanlah yang dipertimbangkan. Jika keduanya setara, maka keduanya setara. Rasa takut dan harap adalah dua obat yang digunakan untuk mengobati hati, sehingga keutamaannya sesuai dengan penyakit yang ada. Jika yang dominan dalam hati seseorang adalah rasa aman dari makar Allah, maka menumbuhkan rasa takut lebih baik. Demikian pula, jika yang dominan dalam diri seorang hamba adalah perbuatan dosa, atau jika yang dominan dalam dirinya adalah keputusasaan, maka menumbuhkan harapan adalah lebih baik … Akhir kutipan.

Ibnu Qayyim berkata dalam Madarij as-Saalikeen : Hati dalam perjalanannya menuju Allah ta’aala bagaikan seekor burung. Cinta adalah kepalanya, sedangkan rasa takut dan harapan adalah sayapnya. Setiap kali kepala dan kedua sayapnya sehat, burung itu terbang dengan baik. Setiap kali kepalanya terpenggal, burung itu mati. Setiap kali sayapnya hilang, ia rentan terhadap setiap pemburu dan predator. Namun, salafus shalih lebih menyukai sayap takut lebih kuat dari sayap harap ketika kondisi seseorang sehat. Dan ketika seseorang hendak meninggalkan dunia ini, perhatian terhadap sayap harap menjadi lebih kuat daripada sayap rasa takut. Inilah metode Abu Sulaiman dan lainnya. Ia berkata: Hati harus didominasi oleh rasa takut, dan jika harap mendominasinya, ia akan rusak. Yang lain berkata: Keadaan yang paling sempurna adalah keseimbangan antara harapan dan rasa takut, dan rasa cinta yang paling kuat. Cinta adalah kendaraannya, harapan adalah kekuatan pendorongnya, rasa takut adalah pengemudinya, dan Allah adalah satu-satunya yang memberi petunjuk dengan rahmat dan kemurahan-Nya . Akhir kutipan .

Wallaahua’lam bis shawaab

 

Sumber : https://www.islamweb.net/ar/fatwa/482659/%D8%A3%D9%83%D9%85%D9%84-%D8%A3%D8%AD%D9%88%D8%A7%D9%84-%D8%A7%D9%84%D8%B9%D8%A8%D8%AF-%D8%A7%D8%B9%D8%AA%D8%AF%D8%A7%D9%84-%D8%A7%D9%84%D8%AE%D9%88%D9%81-%D9%88%D8%A7%D9%84%D8%B1%D8%AC%D8%A7%D8%A1-%D9%85%D8%B9-%D8%BA%D9%84%D8%A8%D8%A9-%D9%85%D8%AD%D8%A8%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D9%84%D9%87

 

✒ Diterjemahkan Oleh Ustadz Abu Halwa Aziz Setiawan, S.KM., M.Kes. Hafidzahullahu Ta’ala dan dimuat di Group Malang Mengaji

Share your love

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *